Oleh: Agus R. Sarjono
The artist, and particularly the poet, is always an anarchist, and can only listen to the voices that rise up from within his own being, three imperious voices: the voice of Death, with all its presentiments; the voice of Love and the voice of Art. Federico García Lorca (1898 - 1936)
Menulis puisi melibatkan banyak hal yang terkadang cukup kompleks: pengalaman, kedalaman, kejujuran, kecerdasan, dan sedikit kegilaan. Apa yang dikemukakan Lorca dalam kutipan di atas banyak benarnya, karena seorang penyair pada dasarnya selalu seorang anarkis karena ia hanya akan mendengar kuasa suara yang tumbuh dan lahir dalam dalam keberadaannya sendiri: suara Kematian, suara Cinta, dan suara Kesenian.
» Selengkapnya...