Lidah Sembilu: Kumpulan Cerpen Karya Damhuri Muhammad


Cerpenis muda berbakat, Damhuri Muhammad, menyajikan kumpulan karya terpilihnya yang telah tersebar di pelbagai media massa se-Indonesia.

Dengan menjelajahi ragam tematik dan ekplorasi prosaik, antologi ini berusaha menyoroti khazanah keMinangkabauan (dan lebih luasnya keIndonesiaan) yang pelan-pelan tergerus arus kapitalisme global dengan segala kepelikannya.

» Selengkapnya...

HARI PUISI INDONESIA: Perayaan dan Peluncuran Dua Buku Kumpulan Puisi

HARI PUISI INDONESIA
Perayaan dan Peluncuran Dua Buku Kumpulan Puisi
Tangan yang Lain karya Tia Setiadi
Obituari Rindu karya S. Arimba

Acara
Orasi Budaya
Pembacaan Puisi Chairil Anwar
Pembacaan Puisi Setiadi
Pembacaan Puisi S. Arimba
Musikalisasi Puisi

Tanggal & Waktu
Jum'at, 26 Juli 2013 pukul 15.00 WIB

Tempat
Indonesia Buku (I:Boekoe), Jl. Patehan Wetan No. 3, Kraton, Yogyakarta.

» Selengkapnya...

Ngabuburit Bersama KPSI dan Susy Ayu


ACHTUNG!
Pentas Seni KPSI dwi bulanan Tahun III Episode IV
Sabtu, 13 Juli 2013
(Undangan terbuka)

Memasuki bulan puasa, KPSI seperti tahun-tahun lalu kembali mengajak temans untuk ngabuburit bersama. Kali ini kita akan bincang santai dengan Susy Ayu. Salah satu dari sepuluh penulis perempuan Facebook dalam buku antologi puisi “Merah yang Meremah” yang terbit tahun 2010 silam. Apa saja yang sudah dicapainya sejak saat itu? Mari kita cari tahu bersama.

Seperti biasa acara akan dilaksanakan di
Café GALERI, Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM),
Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Waktu: Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai jam 4 sore hingga 7 malam


Acara bincang santai ini akan diwarnai dengan parade pembacaan puisi-puisi dari buku “Merah yang Meremah”, “Perempuan dalam Sajak”, “Rahim Kata-kata” oleh tim KPSI, antara lain Josephine Maria, Fuad Awan Hitam, dll. Serta hadirin sekalian yang berminat. Juga penampilan musik asyik dari Agustinus Abraham dan Do Ro. Dan, tak ketinggalan pembacaan cerpen Susy Ayu dari buku kumcernya: Perempuan di Balik Kabut, oleh penulisnya. Maka Hadiri. Yuk.

Acara ini diselenggarakan oleh
Komunitas Pencinta Seni dan Sastra Indonesia
bersama Cafe Galeri Taman Ismail Marzuki

Mari maju bersama KPSI
Bergerak. Bersenyawa. Berbudaya.
"Kita berbeda-beda tapi tetap satu".

» Selengkapnya...

KOPI Sastra Menerbitkan "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6"

Dalam beberapa kurun waktu ke belakang KOPI Sastra (Komplotan Penulis Imajinasi Sastra) sudah menciptakan inovasi-inovasi dalam bidang sastra, khususnya dunia tulis-menulis. Salah satu inovasi terhangat ialah dengan menciptakan buletin bulanan yang diterbitkan secara online dan dapat diunduh gratis. Buletin yang dinamakan "Majalah Online KOPI Sastra" sudah memiliki enam edisi. Edisi keenam baru saja diterbitkan. Untuk para sahabat yang ingin memiliki edisi terbaru (Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6) bisa langsung menngunduhnya pada link download di bawah ini.


Khusus bagi para Sahabat Pena yang belum memiliki "Majalah Online KOPI" Sastra edisi-edisi sebelumnya tidak perlu khawatir, kamu bisa mengunduhnya pada link di bawah ini.


Bagi para Sahabat Pena yang ingin mengetahui informasi-informasi teraktual dan ingin bergabung dengan KOPI Sastra, silakah bergabung dengan KOPI Sastra. Klik saja link di bawah ini.



Salam.

» Selengkapnya...

"Majalah Online KOPI Sastra" : Majalah Sastra Elektronik Gratis

Sahabat Pena, "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6" akan segera diterbitkan. Namun, bagi para Sahabat yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya, segera dapatkan. Majalah elektronik ini bisa didapatkan secara gratis hanya dengan cara mengunduh (download). Nah, buat para Sahabat Pena yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya dan ingin memilikinya saya sediakan link untuk mengunduhnya. Silakan klik link-link di bawah ini.




Majalah Online KOPI Sastra Edisi 1

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 2

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 3

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 4

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 5

» Selengkapnya...

KOTA MASA DEPAN - Cerpen Helmy Fahruroji tentang Bogor


KOTA MASA DEPAN

Cerpen karya Helmy Fahruroji tentang tempat tinggalnya, Bogor. Cerpen ini pernah dimuat pada buku "Jurnal Sastra Ruang Melati"


"Assalamualaikum, apa kabar saudaraku sekalian......."

Lantunan lagu itu terus berdering pada sebuah telepon genggam. Beberapa kali nada dering itu berputar-putar, rupanya orang yang menghubungi sangat berharap panggilan itu segera terhubung dengan sang pemilik hand phone itu. Tetapi apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang menghubunginya sebab terbatas dengan jarak. Tidak lama berselang suara dering hand phone itu pun berhenti, mungkin seseorang yang menghubungi hand phone itu sudah jengkel dan bosan bahkan habis kesabarannya. Kini suara dering pendek yang berbunyi dari hand phone itu.
Sementara itu, aku baru saja keluar dari kamar mandi sebab waktu sudah hampir siang, aku harus segera berangkat ke sekolah untuk mengajar. Hari ini begitu sejuk terasa udara menjelang siang, hanya saja terik matahari sudah mulai mengeluarkan amarahnya dan siap untuk menyengat siapa saja yang berada di bawahnya. Tanpa basa-basi aku mencari seragam kerjaku. Semua sudah beres sekarang, ah.... hampir saja hand phone tertinggal. Aku mulai melihat apakah ada pesan hari ini untuk kubaca. Aku terkejut sejenak, ketika melihat sudah ada tiga belas panggilan tak terjawab dan tiga pesan masuk.

» Selengkapnya...

SEGERA TERBIT: TIGA BANGKU, ANTOLOGI PUISI TIGA PENYAIR WANITA INDONESIA



Antologi Puisi Diah Hadaning, Yvonne De Fretes dan Iriani R. Tandy.
Featuring puisi Toeti Herati Noerhadi
Kata Pengantar: Eka Budianta
Cetakan Pertama: Desember 2012
ISBN: 978-602-8966-42-9
Tebal: 112 hal

Puisi ditulis dan dibaca untuk membebaskan hati dan pikiran manusia.  Banyak yang memperlakukan puisi sebagai alat komunikasi. Ada juga yang melihat puisi sebagai media ekspresi jiwa melalui tulisan, kata-kata.  Tetapi ada juga yang menulis dan membaca puisi sebagai terapi kejiwaan. Misalnya untuk menyembuhkan luka batin, menghapus dahaga, mengobati sakit hati akibat putus cinta, dan seterusnya.
Buku ini disusun oleh tiga perempuan yang telah berpengalaman menulis dan membaca banyak puisi.  Diah Hadaning, yang lahir di Jepara sebelum Republik Indonesia merdeka, bahkan telah memproduksi banyak buku puisi.  Ia juga membacakan karya-karyanya di dalam banyak pertemuan.  Yvonne de Fretes juga penyair yang produktif. Dia menggunakan puisi sebagai alat dokumentasi dan sarana berbagi pengalaman. Yvonne lebih terlatih memilih kenangan apa yang harus dicatatnya.  Ia juga menggunakan referensi yang diharapkan sudah dipahami oleh banyak pembaca.  Membaca sajak-sajak Yvonne, membuat kita diingatkan bahwa kita sebenarnya kaya, dan berdaya.  Iriani R. Tandy mempunyai peluang yang sangat besar untuk menunjukkan kekayaan budaya dan latar-belakang alam Sumatera, yang telah membesarkannya.
Tiga perempuan yang menyajikan karya-karyanya dalam buku ini, sesungguhnya berpacu dalam meramu, mengolah dan menyajikan kebajikan dan kebajikan personal mereka dalam kaitan dengan bahasa Indonesia.
Kita gembira menyambut tiga perempuan dengan medan pergulatan yang berbeda-beda ini.
Seandainya mereka disatukan di sebuah meja, sebenarnya tetap menjadi perempuan dari tiga bangku.  Suara-suara mereka sangat berbeda, saling mengisi dan saling memperkaya.  Selamat berkarya.  Terimalah penghargaan dan rasa terima kasih tak terhingga, untuk terbitnya buku ini; dan untuk disebarkannya pengalaman serta aspirasi hidup yang berharga. Kutipan dari kata pengantar Eka Budianta, penyair, dan sastrawan

» Selengkapnya...

Masukan Alamat Emailmu Di Sini:

Pengikut