Madah Cinta untuk Hari Leo AER


Bincang-bincang Sastra edisi 94

» Selengkapnya...

HARI PUISI INDONESIA: Perayaan dan Peluncuran Dua Buku Kumpulan Puisi

HARI PUISI INDONESIA
Perayaan dan Peluncuran Dua Buku Kumpulan Puisi
Tangan yang Lain karya Tia Setiadi
Obituari Rindu karya S. Arimba

Acara
Orasi Budaya
Pembacaan Puisi Chairil Anwar
Pembacaan Puisi Setiadi
Pembacaan Puisi S. Arimba
Musikalisasi Puisi

Tanggal & Waktu
Jum'at, 26 Juli 2013 pukul 15.00 WIB

Tempat
Indonesia Buku (I:Boekoe), Jl. Patehan Wetan No. 3, Kraton, Yogyakarta.

» Selengkapnya...

Ngabuburit Bersama KPSI dan Susy Ayu


ACHTUNG!
Pentas Seni KPSI dwi bulanan Tahun III Episode IV
Sabtu, 13 Juli 2013
(Undangan terbuka)

Memasuki bulan puasa, KPSI seperti tahun-tahun lalu kembali mengajak temans untuk ngabuburit bersama. Kali ini kita akan bincang santai dengan Susy Ayu. Salah satu dari sepuluh penulis perempuan Facebook dalam buku antologi puisi “Merah yang Meremah” yang terbit tahun 2010 silam. Apa saja yang sudah dicapainya sejak saat itu? Mari kita cari tahu bersama.

Seperti biasa acara akan dilaksanakan di
Café GALERI, Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM),
Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Waktu: Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai jam 4 sore hingga 7 malam


Acara bincang santai ini akan diwarnai dengan parade pembacaan puisi-puisi dari buku “Merah yang Meremah”, “Perempuan dalam Sajak”, “Rahim Kata-kata” oleh tim KPSI, antara lain Josephine Maria, Fuad Awan Hitam, dll. Serta hadirin sekalian yang berminat. Juga penampilan musik asyik dari Agustinus Abraham dan Do Ro. Dan, tak ketinggalan pembacaan cerpen Susy Ayu dari buku kumcernya: Perempuan di Balik Kabut, oleh penulisnya. Maka Hadiri. Yuk.

Acara ini diselenggarakan oleh
Komunitas Pencinta Seni dan Sastra Indonesia
bersama Cafe Galeri Taman Ismail Marzuki

Mari maju bersama KPSI
Bergerak. Bersenyawa. Berbudaya.
"Kita berbeda-beda tapi tetap satu".

» Selengkapnya...

KOPI Sastra Menerbitkan "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6"

Dalam beberapa kurun waktu ke belakang KOPI Sastra (Komplotan Penulis Imajinasi Sastra) sudah menciptakan inovasi-inovasi dalam bidang sastra, khususnya dunia tulis-menulis. Salah satu inovasi terhangat ialah dengan menciptakan buletin bulanan yang diterbitkan secara online dan dapat diunduh gratis. Buletin yang dinamakan "Majalah Online KOPI Sastra" sudah memiliki enam edisi. Edisi keenam baru saja diterbitkan. Untuk para sahabat yang ingin memiliki edisi terbaru (Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6) bisa langsung menngunduhnya pada link download di bawah ini.


Khusus bagi para Sahabat Pena yang belum memiliki "Majalah Online KOPI" Sastra edisi-edisi sebelumnya tidak perlu khawatir, kamu bisa mengunduhnya pada link di bawah ini.


Bagi para Sahabat Pena yang ingin mengetahui informasi-informasi teraktual dan ingin bergabung dengan KOPI Sastra, silakah bergabung dengan KOPI Sastra. Klik saja link di bawah ini.



Salam.

» Selengkapnya...

SEGERA TERBIT: TIGA BANGKU, ANTOLOGI PUISI TIGA PENYAIR WANITA INDONESIA



Antologi Puisi Diah Hadaning, Yvonne De Fretes dan Iriani R. Tandy.
Featuring puisi Toeti Herati Noerhadi
Kata Pengantar: Eka Budianta
Cetakan Pertama: Desember 2012
ISBN: 978-602-8966-42-9
Tebal: 112 hal

Puisi ditulis dan dibaca untuk membebaskan hati dan pikiran manusia.  Banyak yang memperlakukan puisi sebagai alat komunikasi. Ada juga yang melihat puisi sebagai media ekspresi jiwa melalui tulisan, kata-kata.  Tetapi ada juga yang menulis dan membaca puisi sebagai terapi kejiwaan. Misalnya untuk menyembuhkan luka batin, menghapus dahaga, mengobati sakit hati akibat putus cinta, dan seterusnya.
Buku ini disusun oleh tiga perempuan yang telah berpengalaman menulis dan membaca banyak puisi.  Diah Hadaning, yang lahir di Jepara sebelum Republik Indonesia merdeka, bahkan telah memproduksi banyak buku puisi.  Ia juga membacakan karya-karyanya di dalam banyak pertemuan.  Yvonne de Fretes juga penyair yang produktif. Dia menggunakan puisi sebagai alat dokumentasi dan sarana berbagi pengalaman. Yvonne lebih terlatih memilih kenangan apa yang harus dicatatnya.  Ia juga menggunakan referensi yang diharapkan sudah dipahami oleh banyak pembaca.  Membaca sajak-sajak Yvonne, membuat kita diingatkan bahwa kita sebenarnya kaya, dan berdaya.  Iriani R. Tandy mempunyai peluang yang sangat besar untuk menunjukkan kekayaan budaya dan latar-belakang alam Sumatera, yang telah membesarkannya.
Tiga perempuan yang menyajikan karya-karyanya dalam buku ini, sesungguhnya berpacu dalam meramu, mengolah dan menyajikan kebajikan dan kebajikan personal mereka dalam kaitan dengan bahasa Indonesia.
Kita gembira menyambut tiga perempuan dengan medan pergulatan yang berbeda-beda ini.
Seandainya mereka disatukan di sebuah meja, sebenarnya tetap menjadi perempuan dari tiga bangku.  Suara-suara mereka sangat berbeda, saling mengisi dan saling memperkaya.  Selamat berkarya.  Terimalah penghargaan dan rasa terima kasih tak terhingga, untuk terbitnya buku ini; dan untuk disebarkannya pengalaman serta aspirasi hidup yang berharga. Kutipan dari kata pengantar Eka Budianta, penyair, dan sastrawan

» Selengkapnya...

"MERAPI GUGAT"

KOMENTAR PENGAMAT DAN KRITIKUS SASTRA TENTANG BUKU INI

Professor Harry Aveling, PhD DCA, Indonesianis, Pengamat Sastra Indonesia, di Sydney:
"Walaupun bahasa tidak bisa dipakai untuk menguasai alam raya ciptaan Yang Mahakuasa, manusia memang harus memakai bahasa dalam percobaannya untuk memahami dan merespon pada pengalamannya dalam dunia yang tetap bergolak. Letupan Gunung Merapi selama beberapa minggu tahun 2010 sangat mengerikan, namun demikian perasaan persaudaran yang timbul di masyarakat seIndonesia juga sangat jelas dan mengharukan. Dalam buku ini yang tertulis oleh 13 penyair dalam bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda, dibuktikan, 'Kita adalah Merapi'."

Maman S Mahayana, Dosen Tamu di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul:
"Puisi adalah potret zaman. Ia tak sekadar representasi gebalau rasa yang paling individual tentang sikap, empati—simpati, atau bahkan antipati, tetapi juga sebagai pewarta peristiwa kemanusiaan. Selalu, tragedi kemanusiaan di belahan dunia mana pun akan menyedot rasa bela sungkawa. Lalu kepedulian pun berdatangan dalam berbagai bentuk ekspresinya. Antologi puisi ini—dengan segala sentuhan etnisitasnya—, telah menjadi saksi bicara, betapa suara penyair tiada pernah berhenti mengalirkan semangat hendak berbagi. Itulah tanggung jawab penyair sebagai makhluk manusia. Di situlah puisi menjadi suara kemanusiaan zamannya."

Cunong N. Suraja, pengajar Intercultural Communication di FKIP-UIKA Bogor:
"Tigabelas penyair menggugat Merapi. Merapi yang memberkahi tigabelas penyair yang cukup jam terbangnya. Tak heran jika mereka menangkap makna Merapi dalam warna lokal yang kental serta kearifan budaya yang tandas dengan bonus catatan kaki bahasa daerah. Nama Sutirman Eka Ardhana, Kurniawan Junaedhie, Boedi Ismanto dan Susy Ayu untuk menyebut nama penyair dengan dapur magma yang mampu melawan kebringasan Merapi yang terasa lebih dahsyat dari tahun-tahun masa kecil saya. Sungguh buku kumpulan yang mewakili perhelatan Merapi di era Facebook yang ceria dan merdeka."

Hudan Hidayat, Sastrawan, dan Pengamat sastra, di Jakarta:
“.…seperti ke-13 rekan penyair ini, membuatkan semacam tugu peringatan akan kejadian alam – meletusnya gunung merapi. Seolah kini sastra itu menunjukkan dirinya, bahwa dia bukanlah semata bahasa yang dipakai untuk sekedar semata kesenangan diri. Tapi bahasa yang melibatkan juga kepada soal soal di masyarakat….”

Suminto A Sayoeti, Guru Besar FBS UNY, Yogyakarta:
"Dalam puisi , para penyair merumahkan pengalaman-pengalaman kemanusiaannya. maka, bahasa puisi pun tidak semata informatif, tetapi bahkan evokatif: mampu menggugah kesadaran kemanusiaan kita. Puisi yang dihimpun dalam antologi ini, untuk sekian kalinya, membuktikan hal itu. tidak hanya pewartaan yg dikapsulkan dalam jagat puitik pilihan para penyair, tetapi juga refleksi-refleksi sublim agar kita tetap menjadi manusia."

Faruk HT, kritikus sastra dan staf pengajar di Fak. Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta:
"Kumpulan puisi ini menjadi salah satu representasi penting dari pemaknaan orang Jawa atau orang Indonesia yang ikut bersentuhan dengan Merapi mengenai pergeseran pemaknaan mengenai gunung tersebut. Ada yang melihat gunung sekedar representasi dari Tuhan, sebuah gagasan yang sama sekali tidak ada dalam Astabrata, ada yang memahami gunung bukan sebagai kekuasaan, melainkan justru hamba atau kaula yang “menggugat” seperti yang tercantum bahkan pada judul buku ini, ada juga yang melihat gunung sebagai kekuatan yang menakutkan, “kejam”, menimbulkan penderitaan."

13 Penyair:

Anisa Afzal
Arieyoko
Boedi Ismanto SA
Gampang Prawoto
Hadi Lempe
Kurniawan Junaedhie
Nia Samsihono
Nunung Susanti
Ratu Ayu Neni Putra
Rini Intama
Soekamto
Susy Ayu
Sutirman Eka Ardhana


Perancang sampul: Aant S Kawisar
Tebal: 157 hal +

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150117633304343

» Selengkapnya...

Chairil Anwar (1922-1949)


Chairil Anwar (1922-1949)
Halo sahabat semua, apa kabar?... dan bagaimana sudah semakin kreatifkah kini?...
"Semoga saja"
Kali ini, kami akan memampang profil penyair Indonesia terkemuka. Pasti kalian sudah tau siapa namanya yang ada di foto itu. Ya, tepat, Chairil Anwar.
Mau tahu tentang perjalanannya?... sedikit profilnya ada di sini, di postingan di bawah itu tuh.

Kenalan yuk!!!


» Selengkapnya...

Prof. Abdul Hadi W.M.

Abdul Hadi Widji Muthari dilahirkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24 Juni 1948. Sejak kecil ia telah mencintai puisi. Di masa kecilnya ia sudah berkenalan dengan bacaan-bacaan yang berat pemikir-pemikir kelas dunia seperti Plato, Socrates, Imam Ghazali, Rabindranath Tagore dan Muhamad Iqbal.
Menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada hingga tingkat sarjana muda (1965-1967). lalu melanjutkan ke studi Filsafat Barat di universitas yang sama hingga tingkat doktoral (1968-1971), namun tidak diselesaikannya. Ia beralih ke Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran mengambil program studi antropologi (1971-1973), juga tidak selesai. Akhirnya ia mendapatkan kesempatan studi dan mengambil gelar Doktor dari Universiti Sains Malaysia di Pulau Penang (1996).

» Selengkapnya...

Masukan Alamat Emailmu Di Sini:

Pengikut