Lomba Menulis Cerpen untuk Amal “Persembahan kepada Bumi”

Tema besar yang kami ambil adalah Persembahan kepada Bumi .
  1. Tema Bencana atau Katastropi Membuat cerita pendek berlatar belakang salah satu bencana yang pernah terjadi di bumi. Tidak harus dari Indonesia saja, tapi boleh dari segala tempat di bumi. Setting cerita menjadi poin utama.
  2. Tema Pengharapan yang Tumbuh Membuat cerita pendek yang mengangkat simbolisasi pengharapan yang tumbuh. Misalnya mengenai fajar, pelangi, benih yang tumbuh, pohon yang berbuah dan lain-lain. Bebaskan imajinasi, asalkan bertema pengharapan.
  3. Tema Bumi di Masa Depan Membuat cerita pendek yang menceritakan kondisi bumi beberapa waktu ke depan. Apakah lebih baik ataukah lebih buruk? Tak usah terlalu jauh juga tak apa, seperti melompat ke beberapa abad ke depan.

» Selengkapnya...

Lidah Sembilu: Kumpulan Cerpen Karya Damhuri Muhammad


Cerpenis muda berbakat, Damhuri Muhammad, menyajikan kumpulan karya terpilihnya yang telah tersebar di pelbagai media massa se-Indonesia.

Dengan menjelajahi ragam tematik dan ekplorasi prosaik, antologi ini berusaha menyoroti khazanah keMinangkabauan (dan lebih luasnya keIndonesiaan) yang pelan-pelan tergerus arus kapitalisme global dengan segala kepelikannya.

» Selengkapnya...

LOMBA MENULIS CERPEN PROFETIK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA 2013

Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA menyelenggarakan Lomba Menulis Cerpen Profetik antar Mahasiswa se-Indonesia.

Ketentuan Lomba Menulis Cerpen Profetik
  • Peserta lomba merupakan mahasiswa PTN/PTS se-Indonesia yang ditandai dengan (KTM) Kartu Tanda Mahasiswa.
  • Lomba dibuka 5 Juli – 30 Agustus 2013 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
  • Naskah yang dikirimkan merupakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan dalam lomba sejenis.
  • Cerpen yang dikirim merupakan cerpen yang bertemakan profetik.
  • Naskah dikirim dalam satu berkas yang berisi, A) Dua rangkap naskah cerpen dengan panjang 5 – 10 halaman A4, dengan jarak 1,5 spasi Times New Roman ukuran 12, B) fotokopi KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau surat keterangan, C)  foto dengan pose bebas, D) biodata penulis yang berisi alamat, nomor kontak, dll., E) file naskah cerpen yang dilombakan dalam CD/DVD.
  • Setiap peserta hanya boleh mengirim satu judul cerita pendek.
  • Naskah dikirim dengan memberikan keterangan di pojok surat “LOMBA CERPEN PROFETIK 2013” dan mengirimkannya ke alamat: Panitia Lomba Menulis Cerpen Profetik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jln. Tanah Merdeka, Pasar Rebo, Jakarta Timur
  • Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hak cipta tetap pada pengarang.
  • Para peserta Lomba Menulis Cerpen Profetik ini akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3 yang akan ditentukan oleh dewan juri yang terdiri dari: Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Sastra Republika, Pendiri Komunitas Sastra Indonesia) dan Ibnu Wahyudi (Kritikus Sastra dan Dosen Universitas Indonesia)
  • Pemenang diumumkan 17 September 2013.

» Selengkapnya...

Ngabuburit Bersama KPSI dan Susy Ayu


ACHTUNG!
Pentas Seni KPSI dwi bulanan Tahun III Episode IV
Sabtu, 13 Juli 2013
(Undangan terbuka)

Memasuki bulan puasa, KPSI seperti tahun-tahun lalu kembali mengajak temans untuk ngabuburit bersama. Kali ini kita akan bincang santai dengan Susy Ayu. Salah satu dari sepuluh penulis perempuan Facebook dalam buku antologi puisi “Merah yang Meremah” yang terbit tahun 2010 silam. Apa saja yang sudah dicapainya sejak saat itu? Mari kita cari tahu bersama.

Seperti biasa acara akan dilaksanakan di
Café GALERI, Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM),
Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Waktu: Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai jam 4 sore hingga 7 malam


Acara bincang santai ini akan diwarnai dengan parade pembacaan puisi-puisi dari buku “Merah yang Meremah”, “Perempuan dalam Sajak”, “Rahim Kata-kata” oleh tim KPSI, antara lain Josephine Maria, Fuad Awan Hitam, dll. Serta hadirin sekalian yang berminat. Juga penampilan musik asyik dari Agustinus Abraham dan Do Ro. Dan, tak ketinggalan pembacaan cerpen Susy Ayu dari buku kumcernya: Perempuan di Balik Kabut, oleh penulisnya. Maka Hadiri. Yuk.

Acara ini diselenggarakan oleh
Komunitas Pencinta Seni dan Sastra Indonesia
bersama Cafe Galeri Taman Ismail Marzuki

Mari maju bersama KPSI
Bergerak. Bersenyawa. Berbudaya.
"Kita berbeda-beda tapi tetap satu".

» Selengkapnya...

5th Sastra Reboan Mempersembahkan "Bingkisan Kehidupan"



5 th Sastra Reboan mempersembahkan "Bingkisan Kehidupan" pada acara yang rutin diadakan di Bulungan. Berikut acara yang akan tampil, Sob.

Musikalisasi Puisi
  • Komoenitas Lesehan Keboedajaan dari Ciputat
  • Dedi Setiadi
  • Azas Zenith dari Bandung
Bincang Buku
  • Kumcer WeniSuryandari "Kabin Peteh" yang akan dibahas oleh Dedy Tri Riyadi dan buku puisi Setiyo Bardono "Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta" pembahas Khudori Husnan akan dimuderatori oleh Zabidi Zay Lawalangit
Pembacaan Puisi
  • Vita Balqis
  • Syahar Banu
  • Stevanus Kusteja
  • Jodhi, dll.
Waktu dan Tempat
  • Rabu 24 April 2013 pukul 19.30 WIB di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan - Blok M

» Selengkapnya...

Lomba Menulis Cerita Pendek OBOR Award.



Klub OBOR Indonesia mempersembahkan Lomba Menulis Cerita Pendek berhadiah OBOR Award.

Syarat-Syarat Lomba
1.       Lomba terbuka untuk umum berusia 16 s.d. 40 tahun, WNI yang bermukim di dalam negeri maupun di luar negeri.
2.       Lomba dibuka 28 Februari 2013 dan ditutup 17 Agustus 2013 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3.       Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif.
4.       Tulisan merupakan karya asli (bukan jiplakan, saduran, atau terjemahan), belum diterbitkan, dan tidak dalam diikutsertakan pada lomba manapun.
5.       Tema bebas. Cerita mengangkat potret kehidupan masyarakat sekitar kita.
6.       Tema dan teknis penulisan akan mendapat bimbingan dan diskusi dari Forum Komunitas Pustaka Obor.
7.       Panjang naskah 5 s.d. 10 halaman, kertas A4, spasi 1,5, huruf Times New Roman dengan ukuran 12, dua rangkap, dilampiri Ike naskah dalam CD/DVD, dan foto dop identitas.
8.       Pendaftaran mulai 28 Februari s.d. 15 Juli 2013 melalui email: lombaoboraward@gmail.com
9.       Biaya pendaftaran Rp. 40.000,- melalui rekening Bank BCA 1113000621 a.n. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
10.   Peserta bisa mengirimkan naskah sebanyak dua judul
11.   Naskah dikirim ke Sekertariat Lomba Menulis Cerpen OBOR Award Jl. Gunung pancar No. 25 Bukit Golf Hjau Sentul City Bogor 16810.
12.   Naskah yang dilombakan menjadi hak milik penyelenggara dan hak cita kepada pengarang
13.   Pemenang diumumkan 29 September 2013.

Untuk info hadiah, sobat bisa lihat pada poster/gambar di atas. Ingin lebih jelas DOWNLOAD aja, Sob!  

» Selengkapnya...

LMCR (Lomba Menulis Cerita Remaja) 2013


Bagi Anda Semua – Putra Putri Terbaik Negeri
Lebih Berbobot, Lebih Bergengsi, Lebih Banyak Pemenangnya
Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR-2013)
Berhadiah Total Rp 92 Juta
20 Cerita Pendek Terbaik Diterbitkan sebagai Antologi LMCR 2013


Syarat-Syarat Lomba
1. Lomba terbuka bagi pelajar (Kategori A: Pelajar SLTP; Kategori B: Pelajar SLTA), mahasiswa, penulis/pengarang dan umum (Kategori C), warga Indonesia di Tanah Air maupun yang bermukim di Luar Negeri.
2. Lomba dibuka 1 April 2013 dan ditutup 25 September 2013 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif
4. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan lomba serupa
5. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek rona kehidupannya (cinta, harapan, kepedihan, perjuangan, kekecewaan, perjuangan hidup dan pencerahan)
6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, 1,5 spasi Times New Roman 12 Font, 2 (dua) rangkap, dilampiri foto copy identitas KTP/Kartu Pelajar/Paspor/SIM/Kartu Keluarga (Pilih salah satu) dan foto pose bebas serta file naskah cerpen yang dilombakan dalam CD/DVD
7. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) judul. Perjudul dilampiri struk/bon pembelian produk PT Rohto Laboratories Indonesia (jenis produk apa saja, bebas memilih) – klik www.rohto.co.id
8. Naskah dikirim ke Sekretariat LMCR: Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau Sentul City Bogor 16810, dalam amplop tertutup dilampiri persyaratan Butir 6 dan 7, tulis keterangan Kategori-nya A, B atau C di bagian kanan atas amplop.
9. Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hakcipta pada pengarang
10. Pemenang diumumkan 26 Oktober 2013
11. Daftar Pemenang dan Hadiah sebagai berikut:
- Kategori A: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-; Pemenang 2: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 3.000.000; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 2.000.000,- ; 10 Pemenang Harapan, masing-masing memperoleh: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 500.000,- dan Pemenang 25 Karya Favorit – Piagam Rohto-Mentholatum.
- Kategori B: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-; Pemenang 2: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 4.000.000,-; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 3.000.000 dan 8 Pemenang Harapan, masing-masing memperoleh Piagam Rohto Mentholatum + Uang Tunai Rp 500.000,- dan Pemenang 60 Karya Favorit: Piagam Rohto-Mentholatum.
- Kategori C: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai 7.000.000,- ; Pemenang 2: Piagam Mentholatum + Uang Tunai Rp 6.000.000,-; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai 4000.000,-; 8 Pemenang Harapan masing-masing memperoleh: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Rp 750.000,- dan 150 Pemenang Karya Favorit: Piagam Rohto-Mentholatum.
- Penghargaan Khusus: Pemenang Cerpen Berbahasa Terliris Kategori B mendapat Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 1.000.000,- dan Pemenang Cerpen Berbahasa Terliris Kategori C mendapat Piagam Rohto-Mentholatum + uang Tunai Rp 1.500.000,-
- Seluruh Pemenang mendapat hadiah Antologi Cerpen LMCR-2013.
- Pajak hadiah ditanggung PT Rohto Laboratories Indonesia.
- Nama Para pemenang dapat diakses di:www.rohto.co.id, www.rayakultura.net dan Facebook:www.facebook.com/#!/groups/4598847( Grup Diskusi: Puisi, Cerpen dan Novel
-


Jakarta, 30 Maret 2013
Ketua Pelaksana LMCR-2013
Dra. Naning Pranoto, MA

» Selengkapnya...

KOPI Sastra Menerbitkan "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6"

Dalam beberapa kurun waktu ke belakang KOPI Sastra (Komplotan Penulis Imajinasi Sastra) sudah menciptakan inovasi-inovasi dalam bidang sastra, khususnya dunia tulis-menulis. Salah satu inovasi terhangat ialah dengan menciptakan buletin bulanan yang diterbitkan secara online dan dapat diunduh gratis. Buletin yang dinamakan "Majalah Online KOPI Sastra" sudah memiliki enam edisi. Edisi keenam baru saja diterbitkan. Untuk para sahabat yang ingin memiliki edisi terbaru (Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6) bisa langsung menngunduhnya pada link download di bawah ini.


Khusus bagi para Sahabat Pena yang belum memiliki "Majalah Online KOPI" Sastra edisi-edisi sebelumnya tidak perlu khawatir, kamu bisa mengunduhnya pada link di bawah ini.


Bagi para Sahabat Pena yang ingin mengetahui informasi-informasi teraktual dan ingin bergabung dengan KOPI Sastra, silakah bergabung dengan KOPI Sastra. Klik saja link di bawah ini.



Salam.

» Selengkapnya...

"Majalah Online KOPI Sastra" : Majalah Sastra Elektronik Gratis

Sahabat Pena, "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6" akan segera diterbitkan. Namun, bagi para Sahabat yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya, segera dapatkan. Majalah elektronik ini bisa didapatkan secara gratis hanya dengan cara mengunduh (download). Nah, buat para Sahabat Pena yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya dan ingin memilikinya saya sediakan link untuk mengunduhnya. Silakan klik link-link di bawah ini.




Majalah Online KOPI Sastra Edisi 1

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 2

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 3

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 4

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 5

» Selengkapnya...

KOTA MASA DEPAN - Cerpen Helmy Fahruroji tentang Bogor


KOTA MASA DEPAN

Cerpen karya Helmy Fahruroji tentang tempat tinggalnya, Bogor. Cerpen ini pernah dimuat pada buku "Jurnal Sastra Ruang Melati"


"Assalamualaikum, apa kabar saudaraku sekalian......."

Lantunan lagu itu terus berdering pada sebuah telepon genggam. Beberapa kali nada dering itu berputar-putar, rupanya orang yang menghubungi sangat berharap panggilan itu segera terhubung dengan sang pemilik hand phone itu. Tetapi apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang menghubunginya sebab terbatas dengan jarak. Tidak lama berselang suara dering hand phone itu pun berhenti, mungkin seseorang yang menghubungi hand phone itu sudah jengkel dan bosan bahkan habis kesabarannya. Kini suara dering pendek yang berbunyi dari hand phone itu.
Sementara itu, aku baru saja keluar dari kamar mandi sebab waktu sudah hampir siang, aku harus segera berangkat ke sekolah untuk mengajar. Hari ini begitu sejuk terasa udara menjelang siang, hanya saja terik matahari sudah mulai mengeluarkan amarahnya dan siap untuk menyengat siapa saja yang berada di bawahnya. Tanpa basa-basi aku mencari seragam kerjaku. Semua sudah beres sekarang, ah.... hampir saja hand phone tertinggal. Aku mulai melihat apakah ada pesan hari ini untuk kubaca. Aku terkejut sejenak, ketika melihat sudah ada tiga belas panggilan tak terjawab dan tiga pesan masuk.

» Selengkapnya...

AMPLOP MERAH MUDA UNTUK PAK POS (Ulasan)


Oleh : iLenk Rembulan


Coba, sekarang siapa lagi yang mau pakai jasa pak pos? Untuk mengucapkan selamat lebaran saja, boro-boro pakai kartu yang bisa disimpan selamanya, paling cuma lewat sms. Kalau sekarang yang diantar lewat pos cuma surat tagihan listrik, PAM atau kartu kredit, brosur-brosur, wah, mana ada lagi yang menyambut pak pos dengan suka cita? (hal. 10 –cerpen : Amplop merah muda untuk pak pos-)

Cerita tentang surat cinta yang dikirim melalui Pak Pos, merupakan tema yang diangkat dalam cerita pendek dalam kumpulan cerpen dengan judul  Amplop Merah Muda untuk Pak Pos. Penulis ingin menggugah kembali masa ketika belum ada email apalagi sms yang sudah merebut pola pengiriman surat.

Ada sekitar 6 cerpen yang terdapat dalam kumpulan buku ini. Tema tentang Cinta namun diceritakan dengan  beragam cara, dan terkadang dengan judul yang membuat pikiran pembaca mengerutkan alis, seperti pada cerpen Bolehkah aku tidur di ranjangmu?

Judul cerpen yang menggoda

Pengarang berhasil membuat judul cerpen menggoda dan menggelitik. Tafsiran semula dengan membaca judul dan setelah dibaca isinya , ternyata berlawanan.  Judul dan isi ternyata sama menariknya.

Dalam cerpen Amplop Merah Muda untuk Pak Pos misalnya. Semula, imajinasi saya adalah sebuah amplop, berisi surat cinta yang benar-benar untuk pak pos. Namun, setelah membacanya, ternyata sebuah amplop, yang berisi surat cinta yang telah dikirim lama, oleh seorang kekasih pada jaman Belanda masih bercokol di bumi Indonesia.

Surat tersebut, dikirim dari sebuah kapal Belanda, oleh seorang noni belanda untuk kekasihnya yang orang Indonesia. Yang menjadi misteri adalah, surat tersebut tertanggal tahun 1941, pada saat ketika Jepang datang, dimana terjadi eksodus besar-besaran orang Belanda, untuk keluar menyelamatkan diri dari kekejaman Tentara Jepan,g yang mulai masuk di bumi Indonesia.

Surat terkirim beberapa kali pada jaman sekarang, ditujukan kepada alamat sebuah rumah yang ternyata telah lama kosong.

Cerita ini juga menggambarkan, bagaimana rasa tanggung jawab seorang tukang pos, terhadap surat yang harus tetap di antar, walau ternyata kemudian rumah itu tak ada penghuninya.

Semula, pak pos yang diperankan oleh seorang pemuda, yang mempunyai orang tua, dahulunya sebagai tukang pos. Dia, sarjana hukum, sambil menanti panggilan pekerjaan, maka disarankan oleh bapaknya, untuk menjadi tukang pos. Dirasakan pekerjaan yang kelihatannya tidak mentereng di jaman sekarang dengan arus teknologi yang semakin canggih. Dan ternyata dalam menjalani pekerjaan tersebut, dia menemukan suatu kejadian yang menarik, sekaligus misteri.

Setelah beberapa kali, amplop tersebut tak ada yang membuka, maka dia memberanikan diri, menjebol bis surat pada alamat yang dituju, dan membuka lembaran amplop merah muda tersebut, dan ternyata isinya surat untuk kekasih.

Lain lagi , dengan cerpen  Bolehkah , aku tidur di ranjangmu? Membaca judulnya saja, pikiran pembaca sudah berlari pada hal yang negative. Setelah menikmatinya, cerpen yang diramu dengan gaya jenaka ini, ternyata menceritakan, dua sahabat cewek dan cowok yang akhirnya sang cowok jatuh cinta dan melamar ceweknya. Namun, sang cewek menawarkan suatu perjanjian, bahwa dia tidak mau tidur seranjang setelah menikah. Setelah perkawinan terjadi,   ternyata ada “sesuatu”, yang kemudian tumbuh ,secara perlahan-lahan adanya saling membutuhkan , terutama bila malam tiba. Dari pembicaraan biasa, karena awalnya mereka bersahabat , sampai pada suatu kebutuhan akan teman,  yang bukan dalam hal ini hanya sex saja.

Cerita mengalir begitu saja, tanpa ada bumbu sex yang vulgar, seperti judulnya yang menggoda, namun memberikan semacam pelajaran, bahwa cinta datang secara perlahan , tapi pasti . Terutama, bila kita sudah sering kali bertemu, berkumpul. Tresno jalaran soko ngglibet – cinta datang karena sering bertemu-

Kita bersedih kalau ada kesusahan. Sementara kematian itu bukanlah suatu kesusahan (hal. 73) dalam cerpen berjudul MATI. Cerita tentang kematian,  yang cukup singkat diceritakan oleh pengarangnya. Sang tokoh ditinggal Ibunya meninggal,  dan kemudian disadarkan oleh anaknya , tentang hakekat mati itu apa.

Pungkasan, cerpen yang cukup panjang Cintaku pada Januari, dengan mengambil background musik, adanya lirik lagu misalnya  Feeling Good – Nina Simone, ikut menghias alur cerita dalam cerpen ini. Kisah cinta antara pianis dan manager artis, diramu beserta konflik yang dibangun adalah tema umum.Tetapi, yang menarik, latar belakang sang tokoh, pembaca disuguhkan, bagaimana bekerja sebagai pemusik dan manager artis tersebut.

Cinta, ringan dan renyah

Dengan tema cinta , pengarang sepertinya ,tidak mau membebani pembaca, dengan terlalu berat, namun sebagai bacaan , untuk menghibur dalam suasana santai, misalnya menunggu pacar datang di terminal bis atau bandara Udara, bolehlah kita menikmati bacaan ini dan cukup membantu rasa sepi.

Ada sedikit koreksi dari beberapa salah cetak, mungkin editor dalam hal ini bisa lebih jeli lagi, untuk mengedit adanya salah ketik.

Bogor, 5 Januari 2011

Judul buku  : Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos
Penulis     : Kanti W Janis
Penerbit    : Optimist, 2010
ISBN        : 978-602-97878-0-1

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150137252070185

» Selengkapnya...

Kota Masa Depan (Katanya)

Helmy Fahruroji
“Assalamualaikum, apa kabar saudaraku sekalian.......”

Lantunan lagu itu terus berdering pada sebuah telepon genggam. Beberapa kali nada dering itu berputar-putar, rupanya orang yang menghubungi sangat berharap panggilan itu segera terhubung dengan sang pemilik hand phone itu. Tetapi apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang menghubunginya sebab terbatas dengan jarak. Tidak lama berselang suara dering hand phone itu pun berhenti, mungkin seseorang yang menghubungi hand phone itu sudah jengkel dan bosan bahkan habis kesabarannya. Kini suara dering pendek yang berbunyi dari hand phone itu.

» Selengkapnya...

Masukan Alamat Emailmu Di Sini:

Pengikut