Malam Puisi Bogor; Kata Puisi

Malam Puisi Bogor 
#katapuisi

12 April 2014
Pukul 18.00 s.d. 21.00 WIB
Bundaran FKIP Universitas Pakuan Bogor

Datang, Dengar, Bacakan Puisimu.
Gratis!


Kerja sama:
Malam Puisi Bogor
Hima Diksatrasia

Narahubung:
@malampuisiBGR
@UtamiAmaliana (085780536201)
@indriguli (08562123985)

» Selengkapnya...

Lomba Menulis Puisi | Kampanye Sastra ITB 2014

10 Februari 2014 pukul 23:57 
Lingkar Sastra bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa ITB mengadakan LMP (Lomba Menulis Puisi) tingkat Nasional dalam rangka Kampanye Sastra 2014: mengkampanyekan kata-kata sebagai medan juang pemikiran.

Gratis, tidak memungut biaya apa pun.

» Selengkapnya...

Lomba Menulis Puisi Islami dengan Tema: “CAHAYA ILAHI”


Dipersembahkan oleh: FORNUSA INDONESIA



SYARAT DAN KETENTUAN
  • Lomba terbuka untuk umum warga negara Indonesia.
  • Menggunakan bahasa Indonesia, karya asli dan belum pernah dipublikasikan.
  • Hanya diperkenankan mengirim maksimal 3 karya.
  • Panjang naskah puisi maksimal 25 baris.
  • Diketik MS Word 2007, Ukuran A4, Times New Roman font 12, Spasi 1.5, margin 3-3-3-3.
  • Sertakan biodata diri lengkap, foto, dan nomor Hp. (dibawah naskah)
  • Kirim naskah via email ke: fornusa_indonesia@yahoo.com dengan Subyek email: Judul Puisi_Nama Penulis
  • Membayar uang pendaftaran Rp. 10.000,- untuk setiap satu karya puisi. Dapat ditransfer ke nomor rekening Bank BRI: 4022-01-000-214-500 a/n Faisol Al Amin. Konfirmasi pengiriman: 085 641 156 280 (Al-Amin)
  • Batas pengiriman maksimal tanggal 17 Agustus 2013.
  • Pengumuman pada tanggal 01 September 2013 di group dan Fans Page: FORNUSA INDONESIA.
  • Seluruh naskah yang diterima sepenuhnya menjadi hak milik panitia dan berpeluang dibukukan dengan tetap nama penulis dicantumkan.
  • Kriteria penilaian ditentukan dari keindahan bahasa dan kesesuaian tema.
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Contak Person: 085 641 156 280 (Al-Amin) atau akun facebook: Fornusa Cahaya.
  • Ikut menyebarluaskan info lomba ini ke minimal 17 teman facebook, group, dan umum.

» Selengkapnya...

FORUM SASTRA JOMBANG; Senyum Ceria Ramadhan


FORUM SASTRA JOMBANG (ForSaMbang) bekerja sama dengan PIK-M GEMPITA STIKES ICME JOMBANG dan MEGA BINTANG Publishing mengadakan

1. BAZAR RAMADHAN 
2. RAMAH TAMAH SASTRA #4 FORUM SASTRA JOMBANG

Tema: "Puisi; Senyum Ceria Ramadhan"

Rabu, 17 Juli 2013
Pukul 16.00 - 18.00 WIB
Tempat: Halaman Omah MEGA BINTANG Publishing, Jalan K. H. Hasyim As'ari 28 Jombang (15 Meter Selatan Perempatan Mojosongo Jombang).

Turut mengajak teman-teman untuk berpartisipasi menuliskan satu judul puisi sesuai dengan tema. Serta, menuliskan biodata diri secukupnya. Karya puisi dikirimkan ke email: forsambang@yahoo.com.
Terima kasih.

Contact Person:
  • Anton Wahyudi (085646230330)
  • Muhammad Mak (085731600245)

» Selengkapnya...

Ngabuburit Bersama KPSI dan Susy Ayu


ACHTUNG!
Pentas Seni KPSI dwi bulanan Tahun III Episode IV
Sabtu, 13 Juli 2013
(Undangan terbuka)

Memasuki bulan puasa, KPSI seperti tahun-tahun lalu kembali mengajak temans untuk ngabuburit bersama. Kali ini kita akan bincang santai dengan Susy Ayu. Salah satu dari sepuluh penulis perempuan Facebook dalam buku antologi puisi “Merah yang Meremah” yang terbit tahun 2010 silam. Apa saja yang sudah dicapainya sejak saat itu? Mari kita cari tahu bersama.

Seperti biasa acara akan dilaksanakan di
Café GALERI, Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM),
Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Waktu: Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai jam 4 sore hingga 7 malam


Acara bincang santai ini akan diwarnai dengan parade pembacaan puisi-puisi dari buku “Merah yang Meremah”, “Perempuan dalam Sajak”, “Rahim Kata-kata” oleh tim KPSI, antara lain Josephine Maria, Fuad Awan Hitam, dll. Serta hadirin sekalian yang berminat. Juga penampilan musik asyik dari Agustinus Abraham dan Do Ro. Dan, tak ketinggalan pembacaan cerpen Susy Ayu dari buku kumcernya: Perempuan di Balik Kabut, oleh penulisnya. Maka Hadiri. Yuk.

Acara ini diselenggarakan oleh
Komunitas Pencinta Seni dan Sastra Indonesia
bersama Cafe Galeri Taman Ismail Marzuki

Mari maju bersama KPSI
Bergerak. Bersenyawa. Berbudaya.
"Kita berbeda-beda tapi tetap satu".

» Selengkapnya...

5th Sastra Reboan Mempersembahkan "Bingkisan Kehidupan"



5 th Sastra Reboan mempersembahkan "Bingkisan Kehidupan" pada acara yang rutin diadakan di Bulungan. Berikut acara yang akan tampil, Sob.

Musikalisasi Puisi
  • Komoenitas Lesehan Keboedajaan dari Ciputat
  • Dedi Setiadi
  • Azas Zenith dari Bandung
Bincang Buku
  • Kumcer WeniSuryandari "Kabin Peteh" yang akan dibahas oleh Dedy Tri Riyadi dan buku puisi Setiyo Bardono "Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta" pembahas Khudori Husnan akan dimuderatori oleh Zabidi Zay Lawalangit
Pembacaan Puisi
  • Vita Balqis
  • Syahar Banu
  • Stevanus Kusteja
  • Jodhi, dll.
Waktu dan Tempat
  • Rabu 24 April 2013 pukul 19.30 WIB di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan - Blok M

» Selengkapnya...

LOMBA CIPTA PUISI RUMAH KATA 2013

Lembaga Seni RUMAH KATA Sumatera Utara berkerjasama dengan Artis Lyra Niya mengundang para penyair, penggiat puisi, peminat puisi, untuk mengikuti Lomba Cipta Puisi RUMAH KATA 2013, dengan ketentuan sebagai berikut

A. Ketentuan
1. Peserta terbuka untuk umum, Warga Negara Indonesia di manapun berada, dan tanpa batasan usia.
2. Puisi karya Asli, belum pernah dipublikasikan di media manapun, belum dibukukan, dan
tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
3. Tema Puisi : Lingkungan Hidup
4. Format Penulisan Puisi :
- Naskah diketik dengan huruf Times New Roman (TNR) 12 pt
- Spasi 1,5
- Margin 4,4,3,3 (atas, kiri, kanan, bawah)
Naskah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai EYD).
Peserta mengirimkan puisinya maksimal 2 judul.
5. Puisi dikirim melalui email : rumah.kata8@gmail.com dengan subjek
LCPRK(spasi) Nama lengkap (spasi) Kota/Kabupaten (spasi) Judul Puisi
6. Peserta wajib menyertakan Bio Data dan Foto Diri.

B. Pendaftaran
Mulai 20 Maret 2013 sampai dengan 30 Juni 2013 (pada pukul 23.59 WIB)
Biaya Pendaftaran : Rp. 20.000.-

Pendaftaran dapat dilakukan
- Langsung kepada M. Yunus Rangkuti
Taman Budaya Sumatera Utara
Jln. P. Kemerdekaan No. 33 Medan
(CP.085362306325)

- Melalui Transfer
Rekening Bank Mandiri Cab,Medan
No. Rekening : 106-00-1018035-7 An. M. Yunus Rangkuti
Bukti Transfer di scan dan di kirim ke email : rumah.kata8@gmail.com

C. Pengumuman
Pengumuman Hasil Lomba Cipta Puisi RUMAH KATA 2013 pada hari Rabu 17 Juli
2013 yang dapat dilihat pada fb. KOMUNITAS SENI RUMAH KATA, dan
Fb.MEDAN SASTRA SASTRAWAN dan akan dipublikasikan di media cetak.

D. Hadiah
1 Penulis Puisi Terbaik memperoleh Uang Rp.1.000.000. (Satu Juta Rupiah)
9. Penulis Puisi Harapan memperoleh Merchandise
Puisi Nominasi, Puisi Harapan, Puisi Pilihan akan di Bukukan dalam Antologi Puisi.

E. Dewan Juri
1. A. Rahim Qahar (Penyair, Redaktur Harian Medan Bisnis, Medan)
2. Saripudin Lubis, S.Pd, M.Pd (Akademisi, Penggiat Seni, Binjai)
3. M. Yunus Rangkuti (Jurnalis,Pengaya Kata, Deli Serdang )

F. Info lebih lanjut :
M. Yunus Rangkuti (CP.085362306325)
Fb.: KOMUNITAS SENI RUMAH KATA
Email : rumah.kata8@gmail.com

» Selengkapnya...

KOPI Sastra Menerbitkan "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6"

Dalam beberapa kurun waktu ke belakang KOPI Sastra (Komplotan Penulis Imajinasi Sastra) sudah menciptakan inovasi-inovasi dalam bidang sastra, khususnya dunia tulis-menulis. Salah satu inovasi terhangat ialah dengan menciptakan buletin bulanan yang diterbitkan secara online dan dapat diunduh gratis. Buletin yang dinamakan "Majalah Online KOPI Sastra" sudah memiliki enam edisi. Edisi keenam baru saja diterbitkan. Untuk para sahabat yang ingin memiliki edisi terbaru (Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6) bisa langsung menngunduhnya pada link download di bawah ini.


Khusus bagi para Sahabat Pena yang belum memiliki "Majalah Online KOPI" Sastra edisi-edisi sebelumnya tidak perlu khawatir, kamu bisa mengunduhnya pada link di bawah ini.


Bagi para Sahabat Pena yang ingin mengetahui informasi-informasi teraktual dan ingin bergabung dengan KOPI Sastra, silakah bergabung dengan KOPI Sastra. Klik saja link di bawah ini.



Salam.

» Selengkapnya...

"Majalah Online KOPI Sastra" : Majalah Sastra Elektronik Gratis

Sahabat Pena, "Majalah Online KOPI Sastra Edisi 6" akan segera diterbitkan. Namun, bagi para Sahabat yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya, segera dapatkan. Majalah elektronik ini bisa didapatkan secara gratis hanya dengan cara mengunduh (download). Nah, buat para Sahabat Pena yang belum memiliki edisi-edisi sebelumnya dan ingin memilikinya saya sediakan link untuk mengunduhnya. Silakan klik link-link di bawah ini.




Majalah Online KOPI Sastra Edisi 1

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 2

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 3

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 4

Majalah Online KOPI Sastra Edisi 5

» Selengkapnya...

PUJANGGA - Puisi Karya Helmy Fahruroji


PUJANGGA
Helmy Fahruroji
Juni, 2509

 
Penipu ulung di bidang estetika
Menatap penuh makna dalam setiap jejak senja yang berkilah
Lihat saja ketika berselingkuh, mempermainkan, dan menjugkirbalikan kata semena-mena
Tetap saja nampak indah ketika dapat menerka-nerka

Memutarbalikan setiap irama mendarah daging padanya
Tidak peduli ada duka dalam dada
Tidak peduli ada suka, gembira, bahkan siksa serta cerca dalam setiap baitnya
Semua akan nampak penuh makna saat membaca, meski hati ada luka yang menyelinap

Begitu gombal nampaknya ketika mendayu-dayu dalam rayu
Begitu tega sepertinya ketika ketidak adilan sedang dirasa
Begitu manis untaian kata dibungkuus untaian pena
Begitu, begitu, dan begitu meski terkadang sulit sekali menerka kandungan senandung pena

Hidup ini begitu berharga apabila terlewat dari goresan tinta
Berlalu tanpa ada kata yang menggores dalam detak jantungnya
Bunga yang layu akan kembali mekar ketika mendengar alunannya
Mentari yang redup akan memancarkan sinar cerahnya saat nada-nada mulai dalam bait-baitya

Sementara mereka pergi begitu saja
Hanya meninggalkan bekas rasa
Memberi derita entah luka pada pembaca
Kemudian muncul lagi dengan goresan-goresan baru

» Selengkapnya...

SEGERA TERBIT: TIGA BANGKU, ANTOLOGI PUISI TIGA PENYAIR WANITA INDONESIA



Antologi Puisi Diah Hadaning, Yvonne De Fretes dan Iriani R. Tandy.
Featuring puisi Toeti Herati Noerhadi
Kata Pengantar: Eka Budianta
Cetakan Pertama: Desember 2012
ISBN: 978-602-8966-42-9
Tebal: 112 hal

Puisi ditulis dan dibaca untuk membebaskan hati dan pikiran manusia.  Banyak yang memperlakukan puisi sebagai alat komunikasi. Ada juga yang melihat puisi sebagai media ekspresi jiwa melalui tulisan, kata-kata.  Tetapi ada juga yang menulis dan membaca puisi sebagai terapi kejiwaan. Misalnya untuk menyembuhkan luka batin, menghapus dahaga, mengobati sakit hati akibat putus cinta, dan seterusnya.
Buku ini disusun oleh tiga perempuan yang telah berpengalaman menulis dan membaca banyak puisi.  Diah Hadaning, yang lahir di Jepara sebelum Republik Indonesia merdeka, bahkan telah memproduksi banyak buku puisi.  Ia juga membacakan karya-karyanya di dalam banyak pertemuan.  Yvonne de Fretes juga penyair yang produktif. Dia menggunakan puisi sebagai alat dokumentasi dan sarana berbagi pengalaman. Yvonne lebih terlatih memilih kenangan apa yang harus dicatatnya.  Ia juga menggunakan referensi yang diharapkan sudah dipahami oleh banyak pembaca.  Membaca sajak-sajak Yvonne, membuat kita diingatkan bahwa kita sebenarnya kaya, dan berdaya.  Iriani R. Tandy mempunyai peluang yang sangat besar untuk menunjukkan kekayaan budaya dan latar-belakang alam Sumatera, yang telah membesarkannya.
Tiga perempuan yang menyajikan karya-karyanya dalam buku ini, sesungguhnya berpacu dalam meramu, mengolah dan menyajikan kebajikan dan kebajikan personal mereka dalam kaitan dengan bahasa Indonesia.
Kita gembira menyambut tiga perempuan dengan medan pergulatan yang berbeda-beda ini.
Seandainya mereka disatukan di sebuah meja, sebenarnya tetap menjadi perempuan dari tiga bangku.  Suara-suara mereka sangat berbeda, saling mengisi dan saling memperkaya.  Selamat berkarya.  Terimalah penghargaan dan rasa terima kasih tak terhingga, untuk terbitnya buku ini; dan untuk disebarkannya pengalaman serta aspirasi hidup yang berharga. Kutipan dari kata pengantar Eka Budianta, penyair, dan sastrawan

» Selengkapnya...

PUISI SEBAGAI SULUK ATAU JALAN KERUHANIAN

PUISI SEBAGAI SULUK DALAM SASTRA MELAYU

Abdul Hadi W. M.


Salah satu fungsi puisi dalam estetika Melayu ialah sebagai suluk, yaitu jalan keruhanian. Ini tampak dalam syair-syair makrifat dan tauhid, atau syair-syair tasawuf seperti yang dikarang oleh Hamzah Fansuri dan para pengikutnya di Sumatra pada abad ke-16 dan 17 M. Dalam kesusastraan Jawa secara eksplisit karangan yang memaparkan ajaran dan pengalaman ahli tasawuf dalam menempuh jalan keruhanian disebut suluk.  Seperti tujuan tasawuf, tujuan sastra suluk ialah memaparkan jalan keruhanian para sufi untuk mencapai ”kesaksian bahwa tiada hakikat yang lebih tinggi selain Yang Satu, Allah subhana wa ta`ala”. Dalam perjalanan itu seorang ahli suluk mengalami keadaan-keadaan ruhani (hal) dan sampai pada tahapan ruhani (maqam) tertentu. Dalam Mantiq al-Tayr Fariduddin `Attar melukiskan tujuh maqam atau tahapan keruhanian itu sebagai  berikut : talab (pencarian), `isyq (cinta), ma`rifa (makrifat), istighna (kedamaian),  hayrat (ketakjuban), tauhid, dan terakhir – fana’, baqa dan faqir. 
Untaian bait dalam Syair Perahu adalah contoh bagaimana puisi berperan sebagai jalan keruhanian dan kendaraan menuju tauhid.

» Selengkapnya...

Kampanye Sastra oleh Komunitas Pintu

Komunitas Pintu yang bertempat di Jl. Rd. Bujang RT.03/01 Purwodadi, Kel. Tebing Tinggi, Kec. Tebo Tengah, akan menggagas workshop tentang menulis kreatif puisi. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 1 Mei 2011 jam 12.30 s.d. 17.00 WIB di sekretariat Komunitas Pintu. Pengisi materi atau pemateri pada workshop tersebut oleh Dr. Sudaryono, M.Pd yang merupakan dosen UNJA dan seorang sastrawan.

» Selengkapnya...

SAJAK-SAJAK ZAMAN DINASTI T’ANG

Tu Fu atau Du Fu
Wilson Tjandinagara dan Abdul Hadi W. M.


Han Hong

            MEMBALAS SAJAK CHENG JIN”

            Pohon bambu tinggi berayun-ayun
                        dialah yang paling duluan menyambut angin barat,
            sekujur kota lama yang senyap
                        ditaburi sinar bulan pucat,
            seekor angsa liar
                        seolah terbang menuju gugusan bimasakti
            malam ini, suara-suara orang mencuci kain
                        terdengar di antara ribuan penghuni kota

            kuingat waktunya
                        kala itu malam sudah larut
            namun karena merenungi sajakmu dalam hati
                        aku tak bisa tidur untuk beristirahat
            Ah,
            baru saja kubaca
                        bait-bait sajakmu yang indah
            sedangkan hari sudah terang
                        burung gagak memekik parau di luar jendela


Liu Shen Xu

            TANPA JUDUL

            Jalan pegunungan tinggi mendaki
                        berakhir di pucuk awan
            O pemandangan musim semi
                        panjangnya laik anak sungai bening
            kerap saja
                        ada guguran bunga jatuh melayang-layang
            kemudian bersama air sungai mengalir
                        membawa bau semerbak ke tampat jauh.

            Pintu tak terkunci itu
                        menghadap jalan setapak pegunungan
            pohon yangliu yang naung rimbun
                        masing-masing menghiasi ruang baca di pondok
            walaupun langit siang hari panas benderang
                        di sini semua begitu tenteram
            cahaya indah dan kesunyian
                        menerobos naungan pohon, menyinari bajuku.


Dai Shu Lun

             DI SEBUAH  LOSMEN DENGAN KAWAN LAMA

            Datang musim gugur
                        bulan bersinar, bulat penuh
            O, pemandangan malam di ibukota
                        membangkitkan gejolak jiwa
            tak terduga aku masih dapat
            mengadakan majlis paguyuban orang-orang dari selatan Yangse
            pun sukar dipercaya
                        apakah pertemuan ini hanya dalam mimpi.

            Ranting pohon berayun ditiup angin
                        mengejutkan burung murai dalam kegelapan,
            rerumputan musim gugur sarat tetesan embun
                        melindungi serangga musim gugur yang nyaring bernyanyi
            perasaan pengembara
                        selalu menjunjung tinggi minum tuak hingga mabuk,
            ingin sekali aku menahan kalian minum sepuas-puasnya
                        namun seketika cemas mendengar suara lonceng tua
                                    mengabarkan fajar telah menyingsing

 
Sikong Shu

PERPISAHAN DENGAN HAN SHEN DI POS YUN YANG GUAN
            SETELAH MENGINAP SEMALAM

            Sejak berpisah denganmu
                        di Jianghai
            beberapa tahun terakhir ini
                        kita dipisah gunung dan sungai,
            kini tiba-tiba bertemu
                        malah curiga ini hanya mimpi,
            O.
            semua merasa pilu
                        setelah masing-masing menanyakan usia

            Lampu satu-satunya
                        menyinari hujan di tengah kesunyian di luar jendela,
            hutan rumpun bambu membisu
                        diam-diam mengambangkan gugusan awan,
            yang amat disesalkan ialah –
                        esok kita akan berpisah, engkau utara aku selatan,
            gelas diangkat demi perpisahan
                        kita muliakan panjangnya usia persahabatan kita.



Sikong Shu

            GEMBIRA SEPUPU LU LUN  DATANG MENGINAP

            Malam begitu lengang
                        tak seorang pun tetangga di sekitar rumah ini
            kupilih tinggal di belantara liar
                        semata karena miskin,
            dalam terpaan angin dan kucuran hujan
                        daun-daun menguning di pepohonan,
            satu-satunya lampu
                        menerangi aku si tua bangka beruban.

            O, tentang aku
                        aku hanya sendiri, begitu lama terperosok
            kau yang sering mengunjungiku
                        membuat aku malu, pun terharu atas kepedulianmu.
            O,
            bemang jika dua penyair saling bersahabat
                        boleh dikata sudah dinasibkan untuk bertemu
            apalagi
                        kita masih saudara sepupu –
                        bagai dua keluarga: Cai dan Yang!



Sikong Shu

            MENGANTAR ORANG KEMBALI KE UTARA SETELAH
            PEMBERONTAKAN DITUMPAS

            Tahun-tahun yang morat-marit
                        kita ke selatan bersama
            kini negeri tenang
                        namun kau malah kembali ke utara sendirian
            mengungsi ke kampung orang
                        uban telah lama tumbuh di kepala,
            ketika tiba di kampung halaman
            menjumpai yang tak berubah hanya deretan gunung hijau itu.
            pagi hari, bersama bulan
                        melewati reruntuhan bangunan dan kubu tua,
            bintang bertaburan di langit,
                        kau menumpang tidur di Guguan yang tandus.
            O,
                        unggas di musim dingin
                                    dan rumput liar layu,
            semua tempat yang dilalui
                        menemani rona wajahnya yang selalu murung.



Bai Juyi

            RUMPUT

            Betapa rimbun
                        kau rumput liar  di tanah purba ini,
            setiap satu tahun berlalu
                        bergiliran antara layu dan subur menghijau
            api yang membara di padang belantara
                        tak mungkin membakarmu sampai habis
            kala angin musim semi bertiup
                        kau berjuang keras untuk tumbuh kembali
            Ya rumput wangi jauh di penghujung bumi
                        kau terus tumbuh  memenuhi lorong tua depan mata
            hijau tak bertepi di bawah sinar matahari,
                        mendekatkan benteng tua yang terhantar sunyi di sana
                                    rapuh dan hampir runtuh.
            demi aku kau mau bertungkus lumus
                        mengantar seorang kawan pergi
            rumput musim semi begitu rimbun
                        seakan diharu biru kepiluan perpisahan.


Du Mu

            MENGINAP DALAM PERJALANAN

            Di rumah penginapan
                        tak seorang kawan karib,
            tafakur memusatkan pikiran
                        adalah derita diliputi kesunyian tanpa tepi,
            sendiri menatap lampu dingin
                        lantas ingat perkara lama beberapa waktu yang lalu
            jerit angsa liar yang terpisah dari kawannya
                        membangunkan aku yang dalam tidur pun masih waswas

            Dalam tidur mimpi berjalan sampai kampung halaman
                        ketika kembali fajar sudah tiba
            sepucuk surat dari rumah
                        sudah diterima lebih setahun lalu

            O,
            baiknya pulang
            menatap sinar bulan, betapa indah
            terbungkus kabut di sungai Changjiang
            sedangkan perahu kecil pengail ikan
            ditambatkan tepat di depan rumahku


Xu Hun

            AWAL MUSIM GUGUR

             Di musim gugur yang  panjang
                        mengalun lembut suara Jinse, merdu di telinga
            O, angin barat tak henti-hentinya bertiup
                        mempermainkan daun-daun songlo hijau tua
            sisa kunang-kunang hinggap ==
                        di atas  titik embun rumputan,
            kawanan angsa liar terbang subuh
                        melintasi gugusan bimasakti tiada tepi

            Pohon-pohon menjulang tinggi
                        ketika memandangnya di pagi hari, ranting dan daunnya
masih rimbun
            punggung-punggung gunung di kejauhan
                        di bawah langit terang, kelihatan lebih banyak
            O,
            di Huainan ini
                        selembar daun layu, rontok diam-diam
            aku pun teringat –
                        gelombang air pasang danau Dongtong Hu!



Li Shangyin

             TONGGERET

            Sesungguhnya bertengger di pucuk pohon tinggi
                        sukar bisa kenyang
            mengerik pun
                        sia-sia menyampaikan keluh ketidakadilan
            hingga menjelang fajar
                        suaranya pun kian lemah dan jarang, seolah tersekat,
            paadahal pohon tua hijau itu
                        masih tetap tak terharu.
            jabatan kecil  lagi sepele
                        seakan tangkai buah persik meluncur di air,
            tanah air dan kampung halaman serba terlantar
                        ditumbuhi pula semak-semak berduri.
            bikin repot
                        berulang kali kuingatkan kau
            aku pun akan seperti kau
                        sekuat tenaga menjunjung tinggi keluhuran tak tercemar
                        rela miskin dan sayu wajah anggota keluarga








Li Shangyin

                        BUNGA GUGUR

                        Para tamu paviliun di atas
                                    telah pulang semua
                        kini
                        di taman kecil
                                    beterbangan bunga-bunga, tak tentu arah
                        kelopak  bertaburan
                                    di jalan berliku
                        dari jauh
                                    pandang mata melepas sisa cahaya matahari senja,
                        Karena kasihan bunga gugur
                                    tak tega menyapunya
                        tak mudah pula mengharap musim semi
                                    tak mengira pula akan kembali
                        O,
                        hatiku ini
                        telah sepenuhnya
                                    bersama bunga gugur
                        yang didapat
                        hanya –
                                    airmata membasahi baju.



Terjemahan Wilson Tjandinagara dan Abdul Hadi W. M.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=496628648872

» Selengkapnya...

Masukan Alamat Emailmu Di Sini:

Pengikut