BEDAH BUKU: PAJANG Pergolakan Spiritual, Politik, dan Budaya karya Martin Moentadhim S.M.

BEDAH BUKU:
PAJANG Pergolakan Spiritual, Politik, dan Budaya
(RUMAH BUDAYA BETHARI SRI)
Sabtu, 29 Januari 2011



PAJANG MERUPAKAN sejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan sejarah Jawa. Namun, hingga kini, Kerajaan Pajang seperti tertutup sesuatu yang sangat luar biasa. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang “gelap’. Tengok saja bagaimana kisah ini seharusnya:

”Ki Ageng Pengging punya dua putra: Ki Kebo Kenanga dan Ki Kebo Kanigara. Ki Kebo Kenanga—sebagai penerus ayahnya menjadi adipati di Pengging—telah memeluk agama Islam ajaran Syekh Siti Jenar (Syekh Lemah Abang). Ajaran Islam ini tidak disukai oleh kelompok Wali Sanga yang mendukung kepemimpinan Demak. Aliran itu dianggap sebagai aliran sesat, yang dikenal dengan aliran jumbuhing kawula gusti.”

”Dalam ajaran mistik Jawa, kata-kata jumbuhing kawula gusti (menyatunya hamba dan tuan) melukiskan tujuan tertinggi dalam hidup manusia, yaitu tercapainya kesatuan yang sesungguhnya (manunggal) dengan Tuhan. Uraian yang lebih rumit lagi karena kata kawula dan gusti menunjukkan status manusia yang paling rendah dan paling tinggi di dalam masyarakat.”

”Dalam pemikiran orang Jawa, kesatuan kawula-gusti dilambangkan sebagai keris. Kedua bagian keris: sarungnya (warangka) dan matanya (curiga) diberi penafsiran yang sangat bersifat mistik. Sarung disamakan dengan manusia dan matanya disamakan dengan Tuhan. Jadi melukiskan hubungan yang mutlak ada, yang satu tidak sempurna tanpa kehadiran yang lain.”

”Penyerangan dari Demak di daerah pesisir ke Pengging di daerah pedalaman ini merupakan kelanjutan proses pergerakan islamisasi dari para wali di daerah pesisir utara Jawa. Perlu dipahami bahwa masyarakat pedalaman pada saat itu masih kental dengan kepercayaan agama Hindunya atau masih ’kafir’.”

Bagaimana anda menyikapi salah satu ulasan ini? Benarkah seperti itu?

Kami, YAYASAN KERTAGAMA Mengundan Bapak/Ibu/Saudra/Saudari untuk hadir dalam acara Bedah Buku: PAJANG Pergolakan Spiritual, Politik, dan Budaya karya Martin Moentadhim S.M.

Dengan menghadirkan:

PENULIS/NARASUMBER:
Martin Muntadhim S.M

PEMBICARA:
Prapto Yuwono
Pembicara: Pengamat Sejarah Pajang—Sastra Jawa UI)

Harto Yuwono
Pengamat Sejarah Pajang—Sejarah UI)

MODERATOR
Handoko F Zainsam

Pada

Hari/Tanggal:
Sabtu, 29 Januari 29 Januari 2011

Waktu:
10.00 – 13.00

Tempat :
Rumah Budaya Bethari Sri
Jln. Ampera Raya No.11
Jakarta Selatan (Depan MEDCO)

Atas kehadirannya, Kami mengucapkan Terimakasih. Semoga sumbangsih pemikiran kita semua, mampu memberikan masukan sejarah dan pemikiran masa lalu untuk menyongsong masa sepan Indonesia.


Sumber: (Catatan Handoko F Zainsam)  
              (http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150142412845465)

0 komentar:

Posting Komentar

Masukan Alamat Emailmu Di Sini:

Pengikut